Sabtu, 25 Juni 2016

Review : Finding Dory

"Just Keep Swimming . . ."


Setelah kesuksesan Finding Nemo tahun 2003 ternyata butuh menunggu 13 tahun untuk menyaksikan kelanjutan petualangan Marlin, Nemo dan Dory menjelajahi laut lepas. Dory masih diisi suaranya oleh pembawa acara talkshow Ellen, Ellen DeGeneres dan Marlin oleh Albert Brooks.

Kali ini film lebih berpusat pada karakter Dory, ikan dori yang terkenal di film pertama memiliki penyakit ingatan jangka pendek. Sekarang Dory tiba-tiba teringat bahwa ternyata ia memiliki sebuah keluarga yang entah bagaimana terpisah dari mereka di masa lalu.

Jika ingin dibandingkan dengan pendahulunya, Finding Nemo, saya katakan bahwa pendahulunya jauh lebih baik dibanding ini. Latarnya mengambil cakupan wilayah yang sangat kecil. Dibandingkan Marlin di Finding Nemo yang harus berpetualang di lautan yang kejam dan luas, Dory melakukan petualangan dengan lebih santai, mungkin karena karakternya yang memang juga konyol.

Bisa dikatakan bahwa Finding Dory terlihat lebih menonjolkan unsur hiburan dibandingkan kedalaman ceritanya dan lebih melampaui akal sehat. Ditandai dengan beberapa scene-scene hiperbolik yang konyol. Petualangan yang dibumbui dengan adegan-adegan yang "lebih musathil" dilakukan oleh makhluk-makhluk laut. Terlihat memang cukup berhasil menghibur penonton. Ditambah lagi kemunculan sosok Dory kecil yang lucu.

Sayangnya itu tadi, plotnya sangat dangkal dan sangat-sangat sederhana. Jika ada yang merasa emosinya teraduk-aduk antara lucu, takut, lelah dan sedih saat menonton Finding Nemo, dan  terlihat bagaimana "mesra"nya dan serunya hubungan antara Marlin dan Dory, sepertinya Finding Dory tidak ber-efek demikian. Cerita yang terlampau ringan dan terkesan "petualangan bercanda" mungkin akan pas jika ditujukan untuk anak kecil. Padahal yang tidak sedikit penonton yang dulu pernah terkesan dengan Finding Nemo dan sekarang sudah dewasa yang menaruh harapan tinggi pada Finding Dory.

Namun tetap banyak pesan-pesan moral yang ingin disampaikan film ini dan bagus bagi anak-anak. Tentang kemandirian, kepedulian, tentang arti keluarga. Dan saya masih setia menunggu kejutan Pixar lainnya karena Pixar masih belum menunjukkan taji-nya lagi semenjak keberhasilan Inside Out.

 




Read Another


CATEGORIES


Tags


0 Comment :