Sabtu, 14 November 2015

[Movie Review] Kimi ga Inakucha Dame Nanda


Kimi ga Inakucha Dame Nanda - 君がいなくちゃだめなんだ


Sekali-sekali review film yang gak mainstream ah. :p Kali ini film Jepang. Oke, Kimi ga Inakucha dame Nanda (Aku bukanlah apa-apa, Jika tidak ada Kamu) adalah sebuah film percobahaan yang pada promosinya sebenarnya hanya mengandalkan nama besar pengisi suara anime terkenal, Hanazawa Kana. Dan benar saja, alasan saya menonton film ini ya hanya karena mbak Kana main sebagai peran utama. >_< Dan mungkin memang targetnya hanya Fans dari Hanakana sendiri.

Oke, tidak apa juga sih. Yang penting nonton film.
Tapi jangan salah, Walaupun kelihatannya film yang sangat tidak terkenal ini tidak menarik, film ini tidak begitu buruk. Ketika menonton film ini, dengan marketingnya yang biasa saja, ekspektasi saya adalah film ringan yang penontonnya tidak perlu terlalu banyak mengolah plot yang disajikan.

Nyatanya tidak.
Kimi ga Inakucha adalah film yang bagi saya perlu waktu untuk mencerna apa yang sebenarnya ingin disampaikan film ini.

Berawal dari kisah seorang pengarang / ilustrator cerita bergambar yang cukup sukses bernama Ann Kaede. Ia adalah pengarang yang terkenal sampai ke Eropa dan mendapat penghargaan. Namun sejak kecil, Ann sudah ditinggal entah kemana oleh ayahnya yang juga pengarang cerita. 

Konflik berawal ketika Pero, Kucing Kaede tiba-tiba menghilang entah kemana. Namun ketika Ann berusaha mencarinya, ia malah menemukan papan-papan misterius yang berisi potongan-potongan cerita atau petunjuk, dimana ia bisa menemukan Pero.

Kekuatan film ini, selain secara subjektif karena saya suka pemeran utamanya, juga saya rasa ada pada sajian dramatikal yang seringkali entah kenapa membuat saya merinding. Mengingat-ngingatnya saja membuat saya merinding. Mungkin karena apa yang terjadi sejak hilangnya kucing Ann adalah sebuah misteri. Ya, bahkan misteri hingga akhir. Bukan karena alam gaib atau apa, tapi karena ceritanya seperti puzzle yang mudah dipecahkan, namun ketika kita ingin meletakan puzzle terakhir malah tidak cocok. Begitu kira-kira analoginya. 

Jadi ketika saya ingin mengambil kesimpulan di akhir cerita, malah masih ada pertanyaan. Mulai dari Pero menghilang saya cuma bisa 'loh kok?', 'lah?', 'loh?' bingung lah sumpah. Pada akhirnya, saya merasa bebas untuk berkesimpulan. Banyak alternatif kesimpulan pada film ini. Jadi mungkin buat fans hanakana yang baca ini bisa bantu saya apa sebenarnya yang terjadi.

Kalau kesimpulan saya begini :



Namun selain semua pertanyaan itu, Iringan musik latar yang hampir keseluruhannya denting piano membuat saya juga seringkali terdiam menikmati drama ini. Ya sambil menikmati akting dan perawakan mbak Kana yang cute :3  Lalu karakter yang sedikit, membuat kita diajak juga untuk menyaksikan bagaimana intimnya hubungan suatu keluarga.

Boleh nih yang mau nonton.



Read Another


CATEGORIES


0 Comment :

davidpras1994@gmail.com

Name

E-mail *

Message *


G Plus
@davithace
PIN : 51E456D8
LINE : davithace

close