Senin, 06 November 2017

Melody, Awal dan Akhir JKT48


Mungkin setelah sekian lama tidak membahas idol group ini, saya tergerak kembali untuk menulis. Dan melalui tulisan ini, untuk terakhir kalinya saya menulis tentang JKT48. Saya akan mengganti strukur menu dan kategori di blog saya sebagai tanda saya sudah tidak lagi membahas tentang group ini.

Bisa dibilang JKT48 juga merupakan bagian kecil dari masa muda saya. Sejujurnya saya tidak pernah malu pernah 'terjebak' fantasi dan drama yang tersaji dalam fandom group sister AKB48 ini. Malah saya merasa bersyukur, setidaknya jika ada orang bertanya-tanya tentang pengalaman yang didapat saat menonton konser maupun event-event lainya, saya bisa bercerita sambil tertawa-tawa tentang pahit manisnya berkecimpung dalam hobi yang bagi sebagian besar orang adalah hobi yang aneh.

Saya mulai berhenti mengikuti konser maupun acara-acara JKT48 yang lain sekitar 2 tahun lalu. Mulai mengurangi porsi berinteraksi dengan member-membernya pula. Ya, saat lulus kuliah saya sulit mencari waktu untuk menonton, dan sulit untuk mencari teman menonton pastinya, karena saat itu kegiatan ngaidol sangat tidak populer di lingkungan kerja. :p

Selama 2 tahun itu bukannya saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan JKT48. Sedikit banyak saya membaca perkembangan dan berita grup ini lewat "sisa-sisa timeline" twitter yang saya follow. Banyak hal menarik yang terjadi, yang kebanyakan menuju ke arah yang makin mengenaskan. Mulai dari keluarnya pentolan team T seperti Andela Yuwono dan Elaine Hartanto  yang menurut saya terlalu dini saat lagi hangat-hangatnya. Disusul dengan kepergian Haruka Nakagawa dan Jessica Veranda, lalu meninggalnya sosok General Manager Jiro karena bunuh diri, skandal para member, konflik antar fans dan member, serta regenerasi member yang menurut saya sampai saat ini belum bisa melanjutkan efek magis JKT48 seperti saat masa kejayaannya dulu.

Dan baru-baru ini, keluarnya Nabilah Ratna Ayu dan Melody Nurramdhani Laksani akhinya seakan menggenapi "kejatuhan" idol group asal Jepang ini.

Pengumuman kelulusan Melody pada Request Hour Best 30 , Sabtu (4/11)

Mungkin hampir semua orang tahu beberapa nama yang saya sebutkan di atas, dan merekalah yang membuat JKT48 menjadi "terlihat" di mata awam. Khususnya Melody, yang dari awal menjadi icon dari group ini. JKT48 bukanlah produk dengan segmen luas. Kehadiran nama-nama yang saya sebutkanlah yang membuat JKT48 dikenal oleh masyarakat kita. Dan tanpa kehadiran mereka tentu akan sangat sulit bagi manajemen untuk membangun dan mendongkrak kembali popularitas idol group ini, bahkan dengan kondisi sekarang ini saya jelas sangat pesimis.

6 tahun sudah mereka eksis di industri hiburan Indonesia, dan mereka berangan-angan menjadi seperti suksesor 48 family lainnya. Namun apa daya, Indonesia bukanlah Jepang yang anak mudanya banyak terhibur oleh delusi terlampau lama.

Terima kasih, Melody!





Read Another


CATEGORIES



0 Comment :

davidpras1994@gmail.com

Name

E-mail *

Message *


G Plus
@davithace
PIN : 51E456D8
LINE : davithace

close