Sabtu, 30 April 2016

[Review] Captain America : Civil War


Whose side are you on?

Masih jelas di ingatan kita bagaimana sajian pertarungan antar hero, Batman dengan Superman malah menjadi bahan candaan di situs meme seperti 9gag. Sama dengan film Batman v Superman (BvS) beberapa minggu lalu yang menurut saya kurang 'nendang', Captain America : Civil War hadir dengan ekspektasi yang juga tinggi dari calon penontonnya. Dengan tema yang nyaris sama, yaitu konflik sesama superhero, Civil War memikul tanggung jawab besar untuk memuaskan para fans dan penontonnya di seluruh dunia.

Untuk menciptakan konflik, Civil War diawali dengan premis yang hampir sama dengan BvS. Civil War disulut dengan membangun opini bagaimana kekuatan super para pahlawan bisa saja menjadi berbahaya bagi warga tak bersalah. Lalu disini saya berfikir, jika di awal saja sudah mirip, apakah kualitas ceritanya juga tidak jauh dari BvS? Mari kita saksikan sendiri.

Permulaan Civil War juga tidak seperti film-film Marvel pada umumnya yang notabene lebih fun dan ringan, melainkan dimulai dengan sebuah dilema, intrik politik dan silang pendapat yang mengawali perpecahan 2 kubu yang kita kenal sebagai team Capt dan Team Iron Man. Hampir tidak ada jokes khas Avengers selama setengah film berlangsung. Jelas disini duo sutradara Russo ingin berhati-hati dalam menekankan bahwa konflik di Avengers ini bukanlah konflik main-main yang bisa diselesaikan hanya karena nama ibunya sama XD (Sorry to say..)

Ya, jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan sampai film franchise dengan premis bagus, rusak karena konflik yang terkesan ecek-ecek dan dieksekusi dengan asal. Dan akhirnya diingat banyak orang serta berdampak buruk pada franchise tersebut.

Disinilah kepiawaian tim Marvel diuji. Hasilnya, film ini membagi-bagi penekanan dan variasi konflik kedalam beberapa segmen plot yang makin lama justru makin memperkuat konflik Avengers. Bagaimana membuat sebuah masalah yang serius dari tim yang bersahabat sekian lama. Konflik serius namun tidak njelimet dan tidak minim dialog supaya tetap dapat dinikmati orang banyak. Saya rasa hal ini patut diapresiasi. 

Mungkin kita akan merasa banyak misteri di awal. Seperti: ini siapa? apa hubungannya? apa alasan dia berbuat seperti ini? apa hubungannya dengan Steve Rogers? apa hubungannya dengan Tony Stark? apa hubungan dengan masa lalu mereka? apa salah Avengers? dan apa hubungan dengan film-film sebelumnya? yang semua itu akhirnya terhubung perlahan-lahan, satu demi satu, seiring jalannya film.

Puncaknya, adegan pertarungan team Capt dan team Iron Man menurut saya sangat memuaskan dan sangat menghibur, membayar semua rasa penasaran yang muncul sejak trailer pertama kali dirilis. Inilah yang ditunggu-tunggu, tidak berakhir antiklimaks dan justru makin panas. Ditambah kemunculan sosok spiderman (silahkan beropini dengan karakter baru ini) dan antman yang sangat tepat sebagai pencair suasana.

Dari segi pemain, tentu bagi saya penampilan luar dalam duo Scarlett Johansson (Black Widow) dan Elizabeth Olsen (Wanda Maximoff) tetap menawan. Makin lengkap dengan hadirnya Emily VanCamp (Sharon Carter) yang membuat layar bioskop makin sedap dipandang. Sedangkan bagi para kaum hawa sekalian, walaupun Chris Hemsworth alias Thor absen di film ini, Chris Evan (Captain America) dan Robert Downey (Iron Man) tentu tetap menjadi pusat perhatian.

Minus memang tetap ada, seperti tensi yang agak turun di 1/4 film berjalan dan agak worthless jika menonton versi 3D nya. Ini jika dibandingkan The Avengers 2 yang segi VFX nya lebih memuaskan. Segi latar suara masih kurang megah dan pengambilan gambar yang kurang artistik. Hanya saja bisa saya maklumi karena ini sebenarnya adalah bagian dari seri Captain America, bukan level The Avengers. Namun karena diramaikan oleh karakter-karakter The Avengers, ini seperti Captain America rasa The Avengers.

Sebagai penutup, mungkin satu kata: Seru! Ya, Civil War berhasil melampaui ekspektasi saya. Banyak dugaan saya yang meleset, dan tim Marvel memberi banyak kejutan yang tidak pernah diperlihatkan sebelumnya. Selain itu masih banyak cerita yang akan disimpan untuk film-film selanjutnya. Untuk kelas superhero yang kata orang "gitu-gitu doang", Civil War saya rasa cukup berimbang antara kualitas cerita, pemanfaatan "franchise"-nya, dan tetap mengutamakan aspek hiburan.


Read Another


CATEGORIES


Tags

0 Comment :

davidpras1994@gmail.com

Name

E-mail *

Message *


G Plus
@davithace
PIN : 51E456D8
LINE : davithace

close